Kunjungan Industru DITIPBKST USU ke PT.AKAR RIMBA, Budidaya Ikan Gabus Organik dengan Manajemen Air Berbasis IOT
Kunjungan industri yang dilakukan oleh DIREKTORAT INOVASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KAWASAN SAINS TEKNOLOGI (DITIPBKST) Universitas Sumatera Utara ke PT.AKAR RIMBA menjadi salah satu langkah nyata dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik berkelanjutan di sektor perikanan.
Kegiatan ini berfokus pada eksplorasi budidaya ikan gabus organik yang dipadukan dengan sistem manajemen air berbasis Internet of Things (IoT), sebuah inovasi yang dinilai strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, dit,ipbkst.usu mendapatkan pemaparan langsung mengenai proses budidaya ikan gabus yang dilakukan secara organik, tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Sistem ini menitikberatkan pada kualitas lingkungan budidaya yang terjaga secara alami, sehingga menghasilkan produk perikanan yang lebih sehat, aman, dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, pendekatan ini juga dinilai mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan berkelanjutan.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penerapan teknologi IoT dalam pengelolaan kualitas air. PT Akar Rimba telah mengembangkan sistem monitoring yang mampu mengukur parameter penting seperti pH, suhu, kadar oksigen terlarut, dan kekeruhan air secara real-time. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan gabus. Integrasi teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga meminimalkan risiko kegagalan produksi akibat perubahan lingkungan yang tidak terdeteksi.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam konteks SDG 2 (Zero Hunger), budidaya ikan gabus organik berkontribusi dalam menyediakan sumber protein lokal yang berkualitas, sehingga mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. Produk ikan gabus yang kaya nutrisi juga memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses pangan.
Selain itu, praktik budidaya yang ramah lingkungan ini turut mendukung SDG 14 (Life Below Water), dengan menjaga keseimbangan ekosistem perairan melalui pengurangan limbah kimia dan pengelolaan sumber daya air yang lebih bertanggung jawab. Pendekatan organik yang diterapkan mampu mengurangi pencemaran dan menjaga keberlanjutan habitat perairan, sehingga memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Pemanfaatan teknologi IoT dalam sistem budidaya juga sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Inovasi ini menunjukkan bagaimana sektor perikanan dapat bertransformasi melalui adopsi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Lebih jauh lagi, sistem manajemen air yang terintegrasi dengan teknologi cerdas ini turut berkontribusi pada SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), melalui penggunaan sumber daya air yang lebih hemat, terkontrol, dan berkelanjutan.

Kunjungan industri ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praktis bagi dit.ipbkst.usu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mengembangkan inovasi yang berdampak nyata. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem produksi pangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.
Dengan adanya kegiatan ini, DIT IPBKST USU menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna di sektor perikanan, sekaligus berkontribusi aktif dalam pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.