Dorong Inovasi Berdampak Nyata, Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas TA 2026 Resmi Diumumkan

Dalam rangka memperkuat peran riset sebagai penggerak utama pembangunan nasional, Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 secara resmi mengumumkan para penerima pendanaan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia industri.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan, hilirisasi riset menjadi kunci penting agar inovasi tidak hanya berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu diimplementasikan menjadi produk, teknologi, maupun kebijakan yang memberikan dampak langsung.

Pemberian dana kepada para inventor terpilih merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyata dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari sekadar penghargaan, dukungan ini diharapkan menjadi katalisator untuk mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi yang aplikatif, inovatif, dan bernilai tambah tinggi.

Program ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem inovasi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Lebih jauh, Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026 memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui berbagai inovasi yang dihasilkan, program ini turut berkontribusi pada:

  • SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan teknologi dan produk pangan yang mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional,
  • SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui inovasi di bidang kesehatan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,
  • SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui solusi berbasis riset untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan,
  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan membuka peluang ekonomi baru berbasis inovasi serta mendorong pertumbuhan industri,
  • SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan kapasitas industri berbasis teknologi dan riset, serta
  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas riset, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap agenda pembangunan global yang berkelanjutan.

Adapun para inventor yang berhasil memperoleh pendanaan dalam Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 adalah sebagai berikut:

  1. Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si. (NIDN: 0016066703)
  2. Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom. (NIDN: 0119028802)
  3. Prof. Dr. Ir. Fahmi, S.T., M.Sc., IPU (NIDN: 0009127608)
  4. dr. Zulham, M.Biomed., Ph.D. (NIDN: 0002077403)
  5. Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan, M.T. (NIDN: 0008086806)
  6. Dr. Tengku Ismanelly Hanum, S.Si., M.Si., Apt. (NIDN: 0008127504)
  7. Dr. T. Henny Febriana Harumy, S.Kom., M.Kom. (NIDN: 0119028802)

Ke depan, para penerima pendanaan diharapkan mampu mengoptimalkan dukungan yang diberikan untuk mempercepat proses hilirisasi, mulai dari tahap pengembangan, uji coba, hingga komersialisasi produk. Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi, kolaborasi, serta keberanian dalam menghadirkan inovasi yang solutif terhadap berbagai tantangan bangsa.

Sebagai penutup, Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 menegaskan komitmen bersama dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi unggul yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga manfaat sosial yang luas. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, diharapkan hasil riset anak bangsa dapat menjadi motor penggerak kemajuan Indonesia di masa depan.